Berita Lokal

Berita Nasional

Pariwisata

Latest Updates

Cak Amir Mencoba Peruntungan Melawan Petahana di Konferwil ke-22 PWNU Sumsel

Januari 16, 2020


Palembang – Pasca tingginya tensi politik Pilpres 2019 di Wilayah Sumsel, sepertinya akan sedikit meningkat dengan akan digelarnya Konferwil PWNU ke – 22 di Sumsel. Beberapa Calon Ketua Tanfidziah periode 2020-2025 mulai bermunculan baik secara terbuka maupun dari calon yang memulai Branding di media Sosial dan Media Online.
layaknya Prabowo yang menantang Jokowi sebagai Petahana, di PWNU Sumsel Cak Amir (KH. Amiruddin Nahrawi) akan menantang Ketua PWNU sebelumnya. Cak Amir saat ini dipercaya Gubernur H. Herman Deru menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama. Di dunia politik, kyai yang dekat dengan semua kalangan ini, pernah menjadi anggota DPRD Kota Palembang dan anggota DPRD Provinsi Sumsel.
Ia juga pernah menjabat Ketua PKB Kota Palembang pada 1998-2000, serta Ketua PKB Sumsel Babel pada 2000-2005. Di DPP PKB pada 2005-2010 zamannya Muhaimin Iskandar, Cak Amir dipercaya ikut menjadi pengurus pusat.
Sedangkan Petahana Ustad Heri Candra, S.Kom adalah kader NU sedari Muda dengan menjadi Kader PCNU Muara Enim, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Muara Enim mendampingi KH. M. Dainawi Gerentam Boemi (2009-2018) dan Ketua Tandfidziah PWNU Sumsel hingga sekarang.
Sebagai Ormas terbesar di Indonesia dan bukan Partai Politik, maka imbauan dari Gubernur Sumsel dimana dirinya tidak menginginkan NU dicampuri oleh urusan Politik sudah sangat tepat, sehingga siapapun nanti terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Sumsel 2020-2025 akan benar-benar fokus untuk Khidmah bagi umat dan masyarakat di wilayah Sumsel. (GA)

Gubernur Sumsel Dukung Konferwil NU Tanpa Intervensi Politik

Januari 16, 2020



Palembang – Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Sumsel ke-22, H. Herman Deru mengatakan jangan bawa-bawa nama saya ke politik NU, karena NU bukan partai politik, “saya tidak mendukung salah satu orang yang menjadi calon”, katanya saat sambutan safari Jumat di Masjid Raudhatul Muklisin, kec. Sako Palembang (Jumat, 10/01/20).
Menurut Herman Deru hari ini NU akan bermusyawarah menentukan nahkodanya yang baru, “saya tidak ingin ada salah satu oknum yang sengaja memanfaatkan nama saya untuk mencapai kepentingannya, karena NU bukan partai politik dan saya tidak ingin melihat NU di manfaatkan untuk kepentingan politik”, tegas Deru.
Pernyataan Herman Deru tersebut banyak menuai respon dari beberapa tokoh NU, Syuriah NU sampai ke PC NU. Berdasarkan data yang di rangkum tim RepublikaNews.id terdapat beberapa pernyataan sebagai berikut :
Prof. Amin Suyitno selaku Dirjen Pendis Kementerian Agama sekaligus salah satu tokoh NU Sumsel itu berpendapat dirinya sepakat atas pernyataan Herman Deru, “ya, saya sangat setuju apa yang di tegaskan Bapak Herman Deru dalam pidatonya. Saya juga berharap semoga Konferwil NU Sumsel berjalan dengan lancar dan bersih dari kepentingan politik”, ucapnya, “Senin, 13/01/20”.
Disisi lain Rois Syuriah PCNU Kab. OKU KH. Sofyan Shihab juga berpendapat dirinya sangat setuju dengan apa yang di ungkapkan Herman Deru, “NU harus kembali ke Khittahnya, jangan hanya di manfaatkan”, tegasnya.
Ketua PCNU Pagar Alam Win Harta juga sependapat dengan apa yang di sampaikan Herman Deru, dirinya mengapresiasi atas apa yang di sampaikan Bapak Gubernur untuk menjaga marwah NU,”katanya”.
Sementara ketua panitia Konferwil NU Alfian Toni juga sepedapat dengan apa yang di ungkapkan para tokoh NU dan terkhusus H. Herman Deru.
Selanjutnya pernyataan juga keluar dari stafsus Gubernur Sumsel bidang hubungan antar agama KH. Amiruddin Nahrawi berpendapat ia juga sangat setuju dengan apa yang di sampaikan Bapak Herman Deru, “saya tidak ingin melihat NU di obok-obok oleh orang yang tidak paham dengan NU dan hanya untuk memenuhi nafsunya saja”.
“kita harus sama-sama menjaga NU, jangan sampai NU di bawa-bawa ke kepentingan politik salah satu oknum apalagi sampai bawa nama Gubernur untuk mencapai kepentingannya”, tegas Cak Amir yang juga selaku ketua IKA PMII Sumsel.
Di sisi lain Prof. Duski Ibrahim selaku Direktur Pasca Sarjana UIN RF Palembang sekaligus yang mewakili kalangan akademisi NU juga senada dengan apa yang telah di sampaikan oleh para tokoh NU, “saya juga sangat setuju dengan apa yang di ucapkan Gubernur Sumsel (Herman Deru), pak Gubernur sudah sangat tepat menyatakan itu, karena kita khawatir akan ada oknum yang memanfaatkan namanya untuk memimpin NU.(Republikanews.id/ARJ)

Ustad Heri Candra Berpeluang Terpilih Kembali Sebagai Ketua PWNU SUMSEL

Januari 16, 2020


MasifMedia – Beberapa hari lagi Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan akan menyelenggarakan Konferensi Wilayah ke-22 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Shiddiqiyah, Lempung Jaya, OKI pada 21-23 Jumadil awal 1441 H/ 17-19 Januari 2020 M. Konferwil ke-22 ini menurut Ketua Panitia Konferwil ustad Alfian Toni, M.Si rencananya akan dihadiri sekaligus diisi Tausiah Kebangsaan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA dan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Konferensi wilayah kali ini sebagai kegiatan rutin 5 tahunan dalam mempertanggungjawabkan berbagai rencana dan kegiatan pengurus sebelumnya dan juga sebagai agenda untuk memilih kembali Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PWNU Sumsel 5 tahun mendatang.
Melihat Rekam Jejak pengurus sebelumnya dibawah Ketua PWNU Sumsel Ustad Heri Candra S.Kom, Nahdatul Ulama telah berperan aktif dalam membumikan KeNUan dalam prinsip, ciri khas serta karakter Ahlussunah wal Jamaah sehingga bisa menjaga ajaran Islam yang damai, santun, penuh toleran, saling menghormati serta tetap tawadhu kepada Para Kyai, pemuka agama dan Habaib di wilayah Sumsel. Gerak langkah beliau yang Humble dan dapat diterima semua pihak juga berperan dalam menyukseskan gelaran Pilkada dan Pilpres 2019 di wilayah hukum Sumatera selatan. Selain itu, kedekatan beliau dengan Pengurus PBNU pusat juga menjadi modal penting dalam menjembatani dan mengimplementasikan berbagai agenda PBNU untuk dilaksanakan di wilayah Sumsel.
Berbagai Kelebihan dari Ustad Heri Candra dalam pengorganisasian NU di wilayah Sumsel tersebut tidak terlepas dari pengalaman organisasi beliau yang cukup lama, dimana dimulai dari kader dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muara Enim hingga dipercaya menjadi Ketua Tanfidziah PCNU Muara Enim mendampingi Rais Syuriah KH. M. Dainawi Gerentam Boemi (Pengasuh Ponpes Al-Haromain Semende).
Banyaknya Dukungan dari pengurus PCNU kota dan Kabupaten sebagai pemegang hak suara pemilihan pada konferwil kali ini, doa para alim ulama dan Habaib, doa para kader serta ditunjang dengan soliditas dan solidaritas kepengurusan PWNU yang akan datang akan membuka peluang bagi Ustad Heri Candra S.Kom untuk terpilih kembali sebagai Ketua Tanfidziah PWNU SUMSEL Periode 2020-2025.
Untuk mendukung Program Pemerintah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin serta Program Gubernur H. Herman Deru, tentunya Kerja sama, Kolaborasi serta dukungan Rais Syuriah, Ketua Tanfidziah dan Pengurus PWNU Sumsel akan datang insyAllah akan membawa Bumi Sriwijaya dalam kesuksesan, keamanan dan penuh Keberkahan, Aamiin. (GA)

Sumber

Pasca Banjir Sumbawa, TNI-Polri dan Warga Gotong Royong

Januari 14, 2020

Anggota Koramil 1607-02/Empang bersama anggota Polsek Empang dan warga Dusun Krongkong, Desa Batulante Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa melakukan karya bhakti normalisasi sungai di dusun tersebut untuk mengantisipasi banjir susulan seperti yang pernah terjadi sebelumnya, Senin, 13 Januari 2020.
Karya bhakti yang dipimpin Danramil 1607-02/Empang Kapten Inf I Wayan Suledra bersama Camat Tarano M. Tahkiq dan Kapolsek Empang AKP Sarjan bersama ratusan anggota dan masyararakat setempat berlansung hingga siang hari.
Menurut Danramil Empang, karya bhakti tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian sekaligus sinergitas TNI Polri bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai Dusun Krongkong.
“Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya banjir mengingat curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi, maka aliran sungai harus bersih dari sampah maupun yang benda-benda yang dapat menghambat aliran sungai,” terang Suledra.
Sedangkan Camat Tarano M. Tahkiq mengucapkan terimakasih kepada TNI Polri atas kepedulian dan kerjasamanya dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama aliran sungai.
“Musim hujan yang merata disetiap wilayah mengakibatkan air sungai dibeberapa tempat meluap dan bahkan banjir, untuk itu hari ini kita laksanakan gotong royong pembersihan sungai untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujarTahkiq.
Terpisah Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, di sela-sela kesibukannya mengapresiasi semangat dan kerjasama pihaknya bersama aparat Kepolisian dan masyarakat setempat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.
Dandim Alumnus Akmil 2000 tersebut juga meminta Koramil jajarannya untuk terus memantau perkembangan wilayah terutama desa binaannya sehingga setiap saat siap berada di desa apabila dibutuhkan warga binaanya.
“Mari kita bangun sinergitas, soliditas dan kebersamaan dalam membangun desa menuju desa yang bersih, sehat, aman dan jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas mantan Danyonif RK 744/SYB tersebut.





Bencana Itu Bernama Emas: Penambang di Indonesia Racuni Diri Agar Tak Terpapar Merkuri

Januari 02, 2020


Praktik berbahaya dilakukan penambang tradisional Sumbawa, NTB. Berton-ton merkuri dan sianida dari tambang emas negara ini merusak lingkungan. Pemerintah mendiamkan karena kepincut manfaat ekonomi.
Tambang emas tak berizin di Sumbawa Barat menyebabkan pencemaran lingkungan dalam skala dahsyat. Aktivitas pencarian emas di kawasan tersebut membuang 6,9 ton logam berat merkuri dan 20 ton zat sianida ke sungai tiap bulan. Kondisi di Sumbawa Barat juga disinyalir dialami berbagai wilayah Indonesia yang mengizinkan keberadaan tambang emas tradisional.
Data ini jelas mengerikan, mengingat paparan merkuri dalam jumlah di luar batas normal pada tubuh manusia bisa menyebabkan risiko kesehatan serius, mulai dari yang ringan seperti insomnia dan gugup, hingga penyakit berat seperti depresi, kanker, hingga kematian.
"Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh merkuri dan sianida di kabupaten sudah sangat masif, di mana pencemaran dilakukan mulai dari hulu hingga hilir sungai Kabupaten Sumbawa Barat," kata Ketua LSM Barisan Muda Membangun (Barma) Fauzan Azima di Jakarta Pusat, dikutip iNews. Sianida adalah zat pemurni emas yang disarankan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menggantikan merkuri karena relatif lebih aman.
Fauzan mengatakan, semua limbah merkuri dan sianida dari tambang emas tak berizin dibuang ke sungai. "Sungai Kecamatan Brang Rea mulai tercemar merkuri dan sianida dari hulu ke hilir. Zona hilir mulai tercemar HG dengan kadar 0,023 MG/L yang melebihi baku mutu yang hanya 0,005 mg/l."
Penambang bersikukuh tetap memakai raksa, nama lain merkuri. Mimpi emas membuat penambang harus meyakinkan semua orang bahwa raksa tak berbahaya, salah satu caranya dengan mengonsumsi zat beracun tersebut. "Saya meminumnya, kami memberikannya kepada sapi dan kerbau untuk diminum. Tidak ada yang terjadi, tidak ada masalah," ujar Syarafuddin Iskandar, 58 tahun, salah seorang penambang tak berizin di Sumbawa Barat, saat diwawancarai The New York Times.
Aksi Syarafuddin jelas mengkhawatirkan, mengingat dampak merkuri bagi kesehatan. "Dampak kronis merkuri bagi kesehatan manusia mengakibatkan kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, paru-paru, hati, kerusakan gastrointestinal [sistem pencernaan]," kata Iwan Nefawan dari Kementerian Kesehatan. "Merkuri juga meningkatkan angka kematian. Adapun dampak akut panjang pada bayi mengakibatkan cacat mental, kebutaan, cerebral palsy [gangguan gerakan otot], gangguan pertumbuhan, hingga kerusakan otak."
Maraknya pemakaian merkuri dipicu oleh kepercayaan para penambang tradisional di Tanah Air. "Mitosnya penambang di Indonesia itu, tambah merkuri agar bisa tambah dapat emasnya. Sehingga penggunaan merkuri di penambangan bisa dua kali lipat dari produksi emasnya," kata Yuyun Ismawati dari Nexus3 Foundation, yayasan yang meneliti dampak lingkungan aktivitas tambang emas.
Merkuri pernah membuat kegemparan dunia gara-gara tragedi Minamata. Pembuangan merkuri ke Teluk Minamata di Kumamoto, Jepang sejak 1940-an dan baru kerasa efeknya sedekade kemudian menyebabkan ikan-ikan konsumsi jadi beracun. Akibat lanjutannya, 10 ribu orang meninggal atau cacat permanen.
Merkuri cair dipakai dalam penambangan emas untuk memurnikan logam mulia itu dari unsur logam lain. Buat memurnikan 1 gram emas, penambang atau pendulang biasa butuh 2-3 gram merkuri. Di tambang-tambang rakyat di Kalimantan Barat, logam berat ini bisa diakses bebas seperti membeli es. Kemasannya dalam plastik bening, dengan harga Rp50-100 ribu per kantung. Di sana merkuri punya nama jalanan “cuka putih” atau “air putih”.
Tubuh manusia sebenarnya membutuhkan merkuri, namun jumlahnya sangat kecil, hanya 0,1 mikrogram (atau 1/10.000 miligram) per kilogram tubuh per hari. Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, ikan dari sungai yang tercemar merkuri tambang liar terdeteksi memiliki kadar merkuri sampai 0,21 miligram/kilogram ikan.
Risiko kesehatan disepelekan lantaran tambang emas memberi hasil menggiurkan. Penambang Sumbawa Barat rata-rata berpenghasilan Rp6 juta sebulan, atau tiga kali lipat upah mininum provinsi tersebut. Mata pencaharian ini akan diperjuangkan mati-matian oleh para penambang tak berizin.
"Kami sakit hati ketika mereka [personel Brimob] menutup tambang ini karena kami enggak punya cara lain untuk mencari uang," keluh Zaenal Abidin, operator tambang ilegal dengan 24 pekerja. Lokasi tambangnya pernah ditutup paksa oleh Brimob dengan alasan pemakaian merkuri. Konsesi lahan itu sebelum dipegang oleh korporasi penambang emas raksasa asal Amerika Serikat, Newmont Goldcorp, yang sama-sama mencemari lingkungan karena membuang limbah tambang langsung ke laut.
Bagaimanapun dampak lingkungannya, tambang ilegal pemakai merkuri juga akan sulit dihabisi. Menurut penelusuran The New York Times, pertambangan tanpa izin bisa bertahan berpuluh tahun karena disinyalir ada dukungan dari pejabat setempat, polisi, dan militer yang turut mendapatkan keuntungan sampai Rp5 miliar per tahun.
Bupati Sumbawa Barat H.W. Musyafirin terang-terangan mengakui dilema bila diminta menutup tambang liar. Pemerintah tak bisa menyediakan pekerjaan pengganti. Perputaran uang dari tambang emas ilegal adalah salah satu penopang ekonomi kabupaten ini.
Di Medan, Sumatera Utara, dampak kesehatan akibat merkuri sudah jadi kenyataan. Sebanyak 12 anak di Kabupaten Mandailing Natal lahir dengan cacat bawaan, lantaran ibu mereka terpapar merkuri dari pertambangan emas ilegal.
Di Indonesia, emisi merkuri juga bisa ditemukan di udara, dihasilkan oleh PLTU batu bara. Namun, pelepasan merkuri ke air tampaknya paling masif. Entah disadari warga Jakarta atau tidak, Teluk Jakarta telah tercemar merkuri dengan kadar 40 kali lipat di atas ambang normal.
Muasalnya kebanyakan dari industri barang elektronik di Jakarta Utara yang membuang limbah ke sungai dan bermuara ke laut. Merkuri itu kemudian dibawa kembali ke daratan lewat kerang-kerang hijau di meja makan kita.





Bangun ‘Trust’, Presiden Jokowi: Hentikan Praktek Goreng-Gorengan Saham

Januari 02, 2020


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah ingin membangun sebuah kepercayaan (trust) untuk bursa dan pasar modal di Indonesia. Karena itu, ia berharap praktek goreng-gorengan saham atau manipulasi nilai saham harus dihilangkan. “Tadi sudah saya sampaikan juga ke Pak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ke Pak Dirut BEI (Bursa Efek Indonesia), semuanya. 

Kita mempunyai semangat yang sama untuk membangun sebuah kepercayaan, membangun trust bagi Bursa Efek Indonesia,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020, di Main Hall, Tower 1 Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) pagi. Sebelumnya saat memberikan sambutan pada perdagangan saham 2020 itu, Presiden Jokowi berpesan agar otoritas bursa,  OJK, dan BEI segera membersihkan bursa dari praktek-praktek jual beli saham yang tidak benar. 

“Jangan sampai ada lagi dari 100, digoreng- goreng jadi 1000, goreng-goreng jadi 4.000,” tegas Presiden. 

Presiden berharap agar tahun 2020 dapat menjadi momentum bagi OJK dan BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator yang sering memanipulasi. “Kalau manipulator berarti sering memanipulasi, yang enggak bener dipoles-poles jadi benar, yang 100 tadi dipoles-poles jadi 4.000. Hati-hati, bersihkan dan hentikan ini,” pesan Presiden Jokowi. Mengutip Ketua OJK, Presiden menyampaikan, dari survei Bloomberg Indonesia berada di peringkat pertama di antara negara-negara emerging markets yang lain. 

“Ini patut disyukuri, tapi kepercayaan seperti itu jangan hilang gara-gara tadi, ada manipulator yang hanya mengambil untung untuk dirinya sendiri,” ujarnya. 

Menurut Presiden, bangsa Indonesia patut bersyukur karena negara ini tercatat dan diakui dunia sebagai The Most Prefferred Emerging Markets di tahun 2020 mengalahkan Tiongkok,  India, Brazil, dan negara-negara yang pertumbuhannya diakui dunia.

Sumber: https://setkab.go.id/bangun-trust-presiden-jokowi-hentikan-praktek-goreng-gorengan-saham/

Gubernur NTB harapkan peternak lobster sejahtera setelah lima tahun puasa

Desember 26, 2019


Lombok Timur, NTB - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah mengharapkan peternak lobster di Lombok dapat merasakan kesejahteraan setelah lima tahun lamanya berpuasa pascakeluarnya Permen KP 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster di jaman Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Mudah-mudahan ada perubahan peraturan menteri agar kesejahteraan dapat dicicipi oleh masyarakat yang selama lima tahun ini puasa," kata Gubernur saat menemani Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo meninjau budidaya lobster di Teluk Ekas, Lombok Timur, Kamis.

Ia mengungkapkan, sebelumnya provinsi dengan pusat tidak sejalan, namun sekarang semangat antara keduanya telah bersatu dalam hal budidaya lobster tersebut.

"Kalau kemarin kan kita seakan-akan bertentangan dengan pusat, tapi setelah pak menteri lihat langsung petani kita bisa melakukan budidaya. Artinya, itu bukan hanya cerita, tapi suatu hal yang nyata petani kita melakukan budidaya," terangnya.

Bang Zul, sapaan Gubernur NTB berharap kedepannya budidaya lobster ini dapat menarik lebih banyak investor yang punya kemampu teknologi dan pengalaman di bidangnya, sehingga dapat membawa NTB menjadi daerah penghasil lobster terbaik.

Menteri KKP, Edhy Prabowo memberikan lampu hijau kepada masyarakat untuk membudidayakan lobster dengan catatan-catatan yang telah ada dalam aturan.

"Masyarakat yang telah melakukan pembudidayaan, silakan dilanjutkan, namun dengan catatan melakukan restocking 5 persen dari jumlah yang telah dibudidayakan, jadi ini peluang yang besar yang saya harapkan," kata Edhy.

Ia meminta kepada pihak aparat hukum yang ada di NTB, agar membiarkan masyarakat untuk melakukan budidaya, tapi untuk ke luar negeri ia menegaskan tetap belum diizinkan karena belum ada aturan lain.

Sesuai data yang dikeluarkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, potensi lobster di NTB cukup besar. Bahkan, sebelum dikeluarkannya Permen KP 56 tahun 2016, benih lobster yang bisa ditangkap oleh masyarakat mencapai 5,5 juta ekor pertahun.

Selain lobster, NTB juga memiliki potensi udang yang cukup besar. Potensi lahan tambak yang dimiliki saat ini mencapai 50,330 hektare. Sehingga dibutuhkan pengembangan industri cold storage udang. Begitu juga dengan rumput laut, yang memiliki potensi lahan budidayanya sekitar 25,206 hektare. (PN)








 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes