Berita Lokal

Berita Nasional

Pariwisata

Latest Updates

PETANI TEBU BERSAMA SENIMAN, DAN WARGA SUBANG MENDEKLARASIKAN DUKUNGAN UNTUK GANJAR PRANOWO

September 22, 2023

 

Kelompok Petani Tebu Bersatu (Petebu) Dukung Ganjar bersama seniman Sunda yang tergabung dalam Raksa Jagat dan warga Dusun Kerajan Timur, RT5/RW1, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, mendukung pencalonan Ganjar Pranowo sebagai presiden.

"Kami sukarelawan Petebu Dukung Ganjar siap mengawal dan memenangkan Bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI 2024-2029,” bunyi deklarasi mereka pada Rabu (20/9).

Selain menyatakan dukungan bersama-sama, mereka juga mengumpulkan tanda tangan di sebuah banner sebagai bentuk dukungan untuk Ganjar.

Ketua Pelaksana Seniman Sunda Jagat Raksa Ricky Januar menyampaikan alasan pihaknya mendukung Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

Mereka menilai Ganjar adalah sosok yang tepat untuk menjadi Presiden 2024. Ganjar sudah teruji dengan latar belakangnya memimpin Jateng.

"Besar harapan kami semoga Pak Ganjar menjadi pemimpin yang merakyat lagi,” kata Ricky.

Dia berharap Ganjar bisa terpilih menjadi Presiden 2024 mendatang. Mereka siap memenangkan sosok yang dikenal dengan rambut putihnya itu. “Mudah-mudahan Pak Ganjar terpilih menjadi presiden 2024-2029,” tutur Ricky.

Senada, warga Dusun Kerajan Timur Heni Maryani mengungkapkan sosok Ganjar adalah pemimpin yang selalu merangkul rakyat kecil.

Alasan itulah menjadi landasan dia mendeklarasikan untuk memenangkan Ganjar di Pilpres 2024.

“Setelah teliti sedikit demi sedikit, Pak Ganjar itu menyayangi dan mau merangkul rakyat kecil,” ujar Heni.

Dia pun berjanji, akan berjuang di wilayah Kabupaten Subang bersama Petebu Dukung Ganjar untuk mengantarkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024.

“Memang saya bukan cuma penggemar dan saya ingin berjuang penuh supaya Pak Ganjar jadi Presiden 2024,” tutur Heni.

Sementara itu, Petebu Dukung Ganjar merespons positif dukungan yang terus mengalir bagi Ganjar Pranowo.

Koordinator Daerah (Korda) Petebu Dukung Ganjar Subang Rudi Sutandi menyatakan dukungan ini menjadi sebuah kekuatan baru dalam menyongsong Pilpres 2024.

“Alhamdulillah saya lebih optimistis karena warga di Kabupaten Subang khususnya di Kecamatan Purwadadi, Kecamatan Pasirbungur ikut mendukung Pak Ganjar,” kata Rudi.

Jaga Persatuan dan Tolak Politisasi SARA Jelang Pemilu

September 19, 2023

 

Politisasi SARA masih menjadi ancaman untuk pemilu 2024, narasi bernuansa SARA sangat berbahaya bagi kondusifitas hubungan antar masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan upaya konkret guna menjaga persatuan agar rakyat tidak mudah dipecah belah serta menolak segala sesuatu yang bernuansa SARA (Suku, Agara, Ras dan Antargolongan) jelang tahun politik.

Menjaga persatuan dan kesatuan merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan demokrasi yang baik dan beradab, bukan demokrasi sakit yang penuh dengan narasi SARA maupun Hoax.

Pada kesempatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Simpang Dolok, Djarot Saiful Hidayat selaku Ketua Pengkajian MPR RI berpesan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pemilu dengan cara berdemokrasi yang baik. Seperti menggunakan hak pilih, tidak menggunakan politik berbau SARA dan tidak pula menyebarkan ujaran kebencian.

Djarot menyebutkan, bahwa ideologi harus dijaga dengan melakukan sosialisasi tentang 4 pilar yang terkandung dalam Pancasila, keutuhan NKRI dengan membangun toleransi dalam keberagaman. Apalagi Indonesia merupakan negara yang terdiri dari suku-suku bangsa, agama/kepercayaan dll.

Isu SARA merupakan ancaman nyata bagi perkembangan demokrasi Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, tentunya sangat penting bagi semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan literasi politik yang positif dan bermanfaat. Karena bagaimanapun juga perbedaan bukan berarti menjadi penghalang untuk saling bekerjasama.

Politik SARA tentu saja tidak bisa dipandang secara sempit, namun harus dikaji dan dilihat pula secara luas sebagai salah satu kelemahan partai atau organisasi politik dalam melakukan kaderisasi dan rekrutmen. Hal ini merujuk pada asumsi bahwa lemahnya kader dalam memperkuat partai maka yang akan dimainkan adalah politik SARA demi mendapatkan suara.

Sementara itu pada 17 Februari 2023 lalu, Rahmat Bagja selaku Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (BAWASLU RI) dalam diskusi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), menolak adanya politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Penolakan tersebut merupakan bentuk aksi menciptakan perdamaian menuju Pemilu 2024, agar nantinya yang terpilih merupakan murni dari para pemilih tanpa adanya paksaan ataupun ancaman dari pihak manapun.

Merujuk pada pasal 280 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menjadi norma rujukan dalam memaknai politisasi SARA dan politik identitas, di mana dalam UU tersebut berisi larangan menghina, menghasut, mengadu domba serta melakukan kekerasan dalam kegiatan kampanye. Tentu saja kehadiran kelompok-kelompok ekstrim yang mengusung politisasi SARA dalam dunia politik dapat memecah-belah bangsa.

Pada kesempatan berbeda, Taj Yasin selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah meminta agar Isu SARA dalam Pemilu 2024 di Jawa Tengah harus dihentikan. Jangan sampai isu tersebut muncul dan menjadi besar jika dibiarkan. Karena dampaknya tidak hanya menjelang pemilu, bahkan setelah pemilu-pun, residu seperti politisasi SARA masih tetap muncul.

Dirinya juga menambahkan, bahwa masyarakat sudah semestinya mendapatkan pemahaman mengenai kampanye gelap yang menyesatkan, salah satunya adalah politik identitas. Menurut Yasin, meski masyarakat sudah dewasa dalam menanggapi isu politik, namun masih ada beberapa elemen masyarakat yang mudah terhasut, sehingga bisa timbul perpecahan.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut juga mengimbau agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang sudah sesuai dengan keyakinan hati. Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan pilihannya kepada orang lain.

Dalam menghadapi kontestasi pemilihan umum, kedewasaan berdemokrasi juga sangat dibutuhkan, para elite politik pun harus mencontohkan kepada masyarakat tentang berdemokrasi yang baik, salah satunya dengan menghargai calon yang mendapatkan perolehan suara terbanyak.

Persatuan yang terjaga tentu akan menumbuhkan kerukunan dalam kehidupan dan kedamaian dalam bermasyarakat, jika hal persatuan bisa terawat dengan baik, maka bukan tidak mungkin akselerasi penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dapat diwujudkan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Berpolitik dan berdemokrasi tentu penting untuk membawa bangsa ini terlepas dari jeratan kelelahan, putus asa dan amarah yang memicu konflik serta kekerasan.          Paradigma keamanan juga harus diubah dengan meninggalkan kekerasan. Peningkatan keamanan politik bangsa ini yaitu para elit politik perlu menanggalkan ego politiknya, tulus menyetujui untuk menjaga perdamaian.

Tanpa adanya persatuan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu maupun para founding father Indonesia, kemerdekaan Indonesia tentu hanya akan menjadi sesuatu yang tidak mungkin untuk bangsa, begitu juga saat ini, keterpecahbelahan juga sangat mungkin terjadi jika perbedaan hanya mempertebal polarisasi antar masyarakat. Dalam berdemokrasi, tentu sikap legowo juga haruslah ditunjukkan ketika memang tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

Sebagai bangsa yang besar dan bangsa yang bhineka, penjaga persatuan serta kerukunan merupakan hal yang patut diperjuangkan. Politisasi SARA juga perlu dilenyapkan karena hal tersebut justru akan memperkeruh suasana pesta demokrasi.

Mahasiswa Merupakan Corong Pemilu 2024, Jujur dan Adil

September 17, 2023

 

Dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mahasiswa menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Mahasiswa juga dinilai sebagai kelompok pemilih yang mampu berpikir rasional untuk menjadi corong pemilu 2024 yang jujur dan adil.

Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen pembaharu yang memperbaiki kondisi-kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik, seperti menolak korupsi dan politik uang. Mahasiswa dipilih menjadi corong karena mereka berperan untuk mencerdaskan pemilih yang ada di lingkungan keluarga, tetangga dan kampus guna mengarahkan menjadi pemilih yang rasional. Sehingga angka pemilih yang pragmatis akan berkurang.

Di sisi lain, mahasiswa juga harus berada di garda terdepan bersama Bawaslu untuk mencegah dan berani melaporkan ketika ada pelanggaran-pelanggaran terkait politik uang. Sehingga perlu dilakukan kursus pengawasan kepada mahasiswa untuk melibatkan kalangan mahasiswa dalam proses pengawasan pemilu.

Rektor Universitas Udayana (Unud) Bali, Nyoman Gde Antara meminta agar Civitas akademika kampus agar tetap netral menjelang Pemilu 2024. Ia berharap para mahasiswa dapat menjaga independensinya serta tidak berafiliasi dengan partai pollitik tertentu.

Pihaknya tidak mempermasalahkan para mahasiswanya menggelar debat yang melibatkan kontestan Pemilu 2024. Asalkan, debat digelar tetap berbasis akademik dan tetap menjaga netralitas. Karena bagaimanapun juga, lingkungan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menjaga netralitas sehingga kampus menjadi wadah intelektual yang lebih objektif.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam terselenggaranya pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Terdapat 3 lembaga yang menjadi penyelenggara pemilu yakni, KPU, BAWASLU DAN DKPP. Meskipun demikian kerja keras kegita lembaga tersebut belum bisa menjamin 100% keberhasilan pemilu. Karena bagaimanapun juga, penyelenggaraan pemilu 2024 tetap membutuhkan duungan dari berbagai kalangan tak terkecuali Mahasiswa.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa dipandang memiliki peranan yang sangat besar dalam membawa perubahan bagi bangsa Indonesia, khususnya di dalam merawat demokrasi. Mahasiswa yang sedari sedia kala merupakan agent of change (agen perubahan) diharapkan dapat berkontribusi secara langsung dalam proses menghadapi pemilu 2024 mendatang.

Mahasiswa juga perlu mengambil peran dalam mensosialisasikan bagaimana menciptaan pemilu yang bersih dan berkualitas sesuai dengan asas pemilu, yakni asas “LUBER” yang merupakan akronim dari “Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”, “JURDIL”, Jujur dan Adil.

Seperti yang kita ketahui, menjelang pemilu tentu akan sangat banyak praktik nakal yang dihalalkan untuk menang dalam pemilu, di antaranya adalah kampanye hitam dan politik uang. Mahasiswa harus mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari dan tidak tergoda dengan praktik-praktik nakal pemilu tersebut. Memilih dengan bijak berdasarkan analisa, melihat track record partai dan calonnya jangan mau dibayar.

Mahasiswa perlu mengambil peran dalam upaya mewujudkan pemilu yang bersih dan berkualitas, karena pemilu yang bersih dan berkualitas akan melahirkan pemimpin-pemimpin hebat yang benar-benar lahir dari hati nurani masyarakat. Apalagi secara administratif, mahasiswa telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Mahasiswa juga didorong untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu tingkat ad hoc, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga tempat pemungutan suara (TPS).

Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Provinsi Sulawesi Tengah mengajak mahasiswa untuk mengambil peran penting dalam rangka mensukseskan Pemilu 2024. Salah satunya adalah dengan turut berperan aktif dalam mewujudkan Pemilu Damai. Andi Ahmad selaku Ketua KAMMI mengatakan, mahasiswa harus mewujudkan keamanan, serta menolak segala bentuk perpecahan. Hal tersebut sebagai tekat kuat dalam mensukseskan Pemilu 2024.

Dirinya juga menjelaskan, Pemilu damai dapat diwujudkan, jika Mahasiswa secara tegas menolak berita hoax, ujaran kebencian dan intoleransi yang dapat merusak kerukunan di masyarakat. Andi juga mengajak kepada para Mahasiswa, untuk merawat kebhinekaan dalam bingkai demokrasi Indonesia.

Di sisi lain, Mahasiswa yang merupakan pemilih pemula juga harus menjadi pemilih yang rasional. Mahasiswa memiliki peran untuk menolak politik uang serta menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana cara melawan kejahatan dalam Pemilu.

Pada kesempatan berbeda, Anggota Ikatan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya Papua (IMPJP) Charles Kossay dalam keterangan pers-nya mengatakan, keterbukaan demokrasi yang kini terjadi semakin membuka lebar ruang partisipasi masyarakat luas untuk dapat terlibat dalam pemilu.

Kossay menuturkan, bahwa suksesnya perhelatan pemilu dan pilpres 2024 nantinya juga sangat dipengaruhi oleh partisipasi publik dalam melahirkan para pemimpin baru yang akan menjadi nakhoda bagi keberlangsungan pemerintahan di Indonesia.

Mahasiswa harus mengambil peran agar Pemilu 2024 dapat berjalan secara jujur dan adil. Dengan idealisme dan rasionalitas, Mahasiswa harus turut serta bergerak demi mewujudkan pemilu yang berintegritas.

Kunjungan Presiden Jokowi Bukti Kuat Pemerintah Serius Bangun Papua

September 13, 2023

 

Kunjungan kerja yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Jokowi memang menjadi salah satu bukti yang sangat kuat bahwa selama ini Pemerintah RI, khususnya dimasa kepemimpinan beliau memang sudah sangat serius untuk terus melakukan pembangunan di Tanah Papua.

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) telah kembali melakukan kunjungannya secara langsung menuju ke Provinsi Papua. Kunjungan tersebut setelah lawatannya ke Australia dan Papua Nugini (PNG). Kemudian dalam kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Negara tersebut, dirinya banyak melakukan sejumlah kegiatan dan juga agenda penting selama berada di provinsi paling ujung di Tanah Air itu.

Mengenai bagaimana sejumlah agenda penting yang dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia itu selama berada di Provinsi Papua, Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, Frans Pekey menyebutkan bahwa beliau melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Bumi Cenderawasih.

Bukan hanya sampai di sana saja, melainkan Presiden Jokowi juga berkunjung ke Kabupetan Keerom, yang mana di sana mereka sedang melakukan panen jagung. Selanjutnya, setelah ke sana, Presiden juga mengunjungi secara langsung Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.

Diketahui pula dengan adanya kehadiran berupa kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kepala Negara tersebut secara langsung ke Tanah Papua, masyarakat di sana, khususnya di Kota Jayapura memberikan sambutan yang sangat baik, hangat dan juga meriah penuh dengan antusiasme tinggi.

Seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih pun menerima seluruh agenda kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden RI ketujuh itu. Kehadiran Presiden Jokowi tersebut telah menjadi bukti bahwa negara hadir di Papua.

Kemudian apresiasi sangat besar juga patut diberikan kepada seluruh pihak yang telah turut serta secara aktif dalam kesuksesan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tersebut, yakni dari pihak Protokol Kepresidenan termasuk juga pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan pihak Komando Daerah Militer (Kodam).

Segala persiapan telah dilakukan dengan sangat baik dalam memastikan bagaimana kunjungan kerja tersebut bisa terlaksana dengan sukses dan lancar, yang mana semua pihak pun dari jauh hari telah terus melakukan rapat bersama serta memperkuat koordinasi hingga integrasi mereka bersama dengan Gubernur.

Apresiasi lainnya juga patut diberikan dengan sangat tinggi kepada seluruh masyarakat dan juga warga orang asli Papua (OAP), khususnya yang berada di Kota Jayapura, karena telah memberikan sambutan yang begitu meriah dengan penuh antusiasme atas kunjungan dari Kepala Negara, bahkan mereka juga terus berupaya dalam menciptakan adanya suasana aman dan kondusif di kota tersebut.

Frans Pekey menyatakan bahwa suasana kebersamaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik memang sangat penting untuk bisa terus dipertahankan dan bahkan juga bisa ditingkatkan lagi. Dirinya selaku Pj Wali Kota Jayapura juga telah memerintahkan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bisa terus mengawal seluruhnya dengan baik, hingga menghiasi kota termasuk juga melakukan pengecekan lampu jalan.

Untuk informasi, ternyata memang sejauh ini, Presiden Jokowi sendiri sudah sering sekali melakukan kunjungan kerja secara langsung dan datang ke Provinsi Papua. bahkan tidak tanggung-tanggung, data menunjukkan bahwa Presiden RI ketujuh itu merupakan pemimpin Tanah Air yang paling banyak dan paling sering menuju ke Bumi Cenderawasih.

Tentunya sama sekali tidak bisa dipungkiri lagi bahwa memang pemerintahan diera kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah sangat memberikan perhatian yang sangat serius untuk bisa terus mewujudkan adanya peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga di Papua. Bukan hanya dengan melakukan pembangunan infrastruktur saja, melainkan beliau juga terus memaksimalkan pembangunan akan sektor kesehatan dan pendidikan di sana.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), K.H Ma’ruf Amin juga menegaskan bahwa memang selama ini semangat dan komitmen kuat yang dimiliki oleh Pemerintah RI dalam upayanya terus membangun kesejahteraan hingga kedamaian di Tanah Papua sama sekali tidak pernah padam.

Meskipun memang seluruh usaha untuk bisa terus menghadirkan adanya peningkatan kesejahteraan termasuk juga pengupayaan kedamaian di Bumi Cenderawasih bukanlah merupakan sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, namun pemerintah dengan segenap daya dan upayanya terus bekerja dengan sangat maksimal dan optimal untuk bisa menghadirkan segala hal tersebut.

Wapres juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, Pemerintah sendiri terus berusaha untuk mendorong adanya pembangunan di Tanah Papua, baik itu berupa adanya pembangunan secara fisik berupa infrastruktur yang memang terus digencarkan, termasuk juga adanya pembangunan manusia.

Keseriusan dari Pemerintah RI dalam terus berupaya dengan komitmen yang sangat kuat disertai dengan semangat yang tidak pernah padam tersebut dalam membangun Papua memang sama sekali tidak bisa dipungkiri lagi, khususnya semenjak era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Banyak bukti menunjukkan adanya keseriusan tersebut, termasuk diantaranya adalah bagaimana seringnya beliau bahkan menjadi Kepala Negara yang paling banyak melakukan kunjungan secara langsung di Bumi Cenderawasih.

Bukti Nyata IKN Gunakan Listrik Bersih

September 12, 2023

 


PT PLN Nusantara Power (PT PLN NP), yang sebelumnya bernama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) atau kini merupakan Subholding Pembangkit Listrik PT PLN (Persero), terus berupaya untuk mendukung pembangunan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Salah satunya, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 Mega Watt (MW).

Direktur Pengembangan Bisnis dan Komersial PLN Nusantara Power Muhammad Reza membeberkan, saat ini pihaknya tengah mengerjakan proyek pembangunan PLTS berkapasitas 50 MW di IKN Nusantara.

"Kita lagi bangun 50 MW sekarang full PLTS dan sekarang udah mulai proses sudah di kerja sama dengan partner, kita komit lah di situ," kata dia di sela acara Nusantara Power Connect 2023 di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Meski demikian, Reza tak merinci seberapa besar investasi yang bakal dihabiskan perusahaan dalam proses pembangunan PLTS di IKN Nusantara tersebut. Hanya saja, ke depan pihaknya mulai serius untuk menggenjot pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT.

"Ke depan komitmen EBT semua, kita bangun 50 MW dulu. Selesainya tahun depan, investasinya saya gak hafal," tambahnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut akan memberikan dukungan dalam masa prakonstruksi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur melalui perencanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan. Adapun skenario PLN dalam melistriki IKN, nantinya akan mengusung konsep Green, Smart and Beautiful.

Direktur Bisnis Regional Sumatera & Kalimantan Adi Lumakso menjelaskan bahwa listrik IKN nantinya akan melalui sumber pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang tanpa emisi dan dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga menciptakan ekosistem perkotaan baru yang ramah lingkungan.

Untuk konsep smart meliputi Zero Down Time (ZDT), Distribution Automation System (DAS), Smart Grid dan Smart Meter. Sedangkan konsep Beautiful, meliputi distribusi dengan kabel bawah tanah dan desain yang futuristik.

"Kami siap melaksanakan tugas negara untuk melistriki IKN, meskipun lokasi Titik Nol masih jauh dari mana-mana tapi kami telah buktikan bahwa listrik PLN sudah masuk di sini dan kami akan mengawal hingga selesainya ekosistem Ibu Kota baru di masa yang akan datang," kata Adi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (9/6/2022).

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk pasokan listrik EBT di Ibu Kota Negara, PLN akan menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar sebesar 50 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 70 MW di Tanah Laut pada tahap awal.

Selain itu, dalam jangka panjang, akan ada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sekitar 1.000 MW yang juga nantinya siap mendukung kawasan IKN.

"Ke depannya, kebutuhan listrik IKN akan dipasok dari sistem interkoneksi Kalimantan yang saat ini menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara" ungkap Adi.

Semua Pihak Bertanggung Jawab Ciptakan Pemilu Damai

September 11, 2023

 berita_SemuaPihakBertanggungJawabCiptakanPemiluDamai

Demi kelancaran dan kesuksesan tahun Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, perlu menjunjung tinggi terkait asas pemilihan secara demokrasi dan terbuka. Tentu saja ini bukan hanya tugas dari KPU, Bawaslu, atau para peserta Calon Legislatif (Caleg) saja, melainkan seluruh elemen di Tanah Air juga harus bertanggung jawab untuk menjaga, mendorong dan mewujudkan Pemilu 2024 yang damai, aman, tentram, dan sejahtera. 

Sebentar lagi Indonesia akan melangsungkan hajat berupa Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2024 mendatang. Pemilu 2024 ini juga disebut-sebut sebagai pesta demokrasi, tentunya tidak hanya caleg yang turut memeriahkan pesta ini, namun seluruh masyarakat juga turut terlibat dan merasakan suasananya. Memang biasanya pergantian kepemimpinan ini menimbulkan berbagai macam ideologi yang lahir sehingga terdapat banyak pula perbedaan. Akan tetapi, perbedaan tersebut bukan menjadi halangan justru menjadi kekuatan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan.

Pergantian kepemimpinan di tahun 2024 mendatang tidak hanya milik penyelenggara saja, namun juga seluruh rakyat Indonesia, jadi sudah seharusnya berbagai pihak turut menyongsong Pemilu 2024 dengan aman dan damai meskipun memang memiliki pilihan yang berbeda-beda. Pada kesempatan ini, Wakil Ketua PDI Perjuangan Provinsi Kepri Widiastadi Nugroho menegaskan bahwa pemilihan legislatif ini akan diselenggarakan secara demokrasi dan terbuka, serta dari berbagai pihak harus sama-sama mendorong terciptanya Pemilu yang damai.

Pasalnya, di Pemilu 2024 mendatang tidak hanya panggung untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) saja, melainkan juga terdapat kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Artinya bahwa banyak agenda Pilpres 2024 yang berpotensi mendatangkan berbagai macam perbedaan. Maka dari itu, demi untuk mensukseskan agenda demokrasi kali ini, diharapkan bahwa seluruh pihak dapat bertanggung jawab untuk menjaga situasi ini dengan aman dan terkendali.

Dalam kesempatan yang sama, peserta lainnya yang diwakili oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ir H. Dollah Mando juga berharap agar pemilu 2024 aman, tertib, jujur, dan adil. Sementara itu, Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut serta mengajak umat Budha melalui Permabudhi agar dapat mendukung serta menciptakan suasana yang damai, adem, tenteram menjelang tahun politik. Hal ini bertujuan untuk mendukung terciptanya Indonesia yang damai, sejahtera, dan maju.

Mengenai hal tersebut, pihak keamanan juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah ikut menyebarkan berita-berita tanpa sumber yang jelas, bahkan berita hoax atau berita palsu di media sosial yang tidak jelas. Apalagi sampai menimbulkan keresahan masyarakat itu sendiri. Sebaiknya hal-hal seperti ini dihindari demi mewujudkan pesta demokrasi yang damai tanpa perlu pertumpahan darah.

Menurut Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin justru momen Pemilu merupakan saat-saat dimana persatuan dan kesatuan bangsa diuji. Bagaimana tidak, pasalnya masyarakat sangat berpotensi terpolarisasi yang diakibatkan dari panasnya tensi politik ketika pemilihan dilangsungkan. Dirinya juga berharap tidak ingin mengulangi pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu. Karenanya, Pemilu 2024 mendatang mesti ditekankan untuk menjadi pemilu yang aman, damai dan berkualitas. Cita-cita negara yang sudah dibangun sedemikian rupa ini tentunya harus dijaga dengan sungguh-sungguh, bukan karena Pemilu yang seolah-olah menjadi kontraproduktif karena berpotensi memecah belah bangsa.

Meskipun Pemilu tengah bersaing untuk menang dari para peserta, namun tetap tunduk pada persatuan nasional dengan menggenggam erat dasar negara kita yakni Pancasila untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Dalam kelima butir Pancasila yang menjadi dasar dari negara yang adil dan makmur ini perlu diterapkan dengan benar untuk menghindari kampanye yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, dalam mengatur ketatanegaraaan penting untuk memperhatikan poin-poin dari kelima butir Pancasila.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka kesiapan pelaksanaan tahapan pemilu serentak tahun 2024 ini terdapat momentum yang masih tersisa itu agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas teknis persiapan pemilu, memperbaiki kekurangan-kekurangan, memperbaiki masalah-masalah yang belum atau harus diselesaikan, mengatasi kendala dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada. Penyelesaian ini dilakukan bersama-sama dan tidak lupa untuk membangun inovasi agar proses serta hasilnya dapat diterima serta didukung oleh masyarakat luas.

Tidak hanya soal teknis, Presiden juga mengingatkan hal penting ini kepada KPU agar dapat bekerja secara efisien, memanfaatkan sebaik mungkin anggaran yang ada dengan cermat, dan mengatur skala prioritas di tengah kondisi ekonomi global yang saat ini penuh dengan kesulitan dan ketidakpastian. 

Oleh sebab itu, peran seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kebijakan yang terlibat disini penting harus menjunjung tinggi asas pemilihan demokrasi dan terbuka demi menciptakan Pemilu 2024 mendatang berjalan dengan sukses dan damai seperti apa yang diharapkan. Tugas tersebut juga perlu diterapkan sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan kekacauan yang berlebihan, sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.

 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes