Berita Lokal

Berita Nasional

Pariwisata

Latest Updates

Agar sekolah tatap muka lebih aman, vaksinasi usia 12-17 tahun butuh percepatan

September 21, 2021

 


Pemerintah terus menggenjot program vaksinasi Covid-19, tak terkecuali bagi kelompok usia 12 tahun - 17 tahun. Percepatan vaksinasi untuk usia pelajar ini dibutuhkan agar pembelajaran tatap muka bisa lebih aman.

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyampaikan, pada hakikatnya vaksinasi memang harus dilakukan pada semua kalangan. Mulai dari kelompok usia anak-anak hingga lansia.


Seiring dengan rencana sekolah tatap muka yang kembali dibuka, Hasbullah mengingatkan pentingnya program vaksinasi bagi anak usia sekolah. 

"Itu perlu dioptimalkan. Sekolah dibuka pada tingkat dimana anak-anaknya sudah divaksin, supaya mencegah atau meminimalkan potensi terjadi penularan di sana," kata Hasbullah kepada Kontan.co.id, Minggu (29/8).

Meski saat ini, vaksinasi yang telah berjalan baru pada anak usia 12 tahun-17 tahun, atau direntang usia pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke atas. Artinya, pembelajaran tatap muka untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) masih rawan, dan harus diperhatikan dengan sangat cermat.

"Pada anak-anak SD memang berisiko, karena mereka juga sulit untuk disiplin 3M, karena sifatnya yang dinamis, masih sulit untuk mendisiplinkan diri. Karena itu harus diperhatikan betul," lanjut Hasbullah.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema menambahkan, vaksinasi bagi tenaga pendidikan dan usia pelajar memang menjadi syarat penting untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Selain soal vaksinasi, persiapan teknis dan non-teknis untuk pembelajaran tatap muka harus terlebih dulu dipastikan.

Termasuk mengenai kondisi herd immunity dan zonasi penyebaran Covid-19 di daerah tempat sekolah itu berada.

"Hal lain yang harus diperhatikan sebelum membuka sekolah, apakah sebuah daerah sudah mencapai minimal 70%-80% kekebalan kelompok. Juga kesiapan sekolah dan orang tua sesuai Juknis dari Kemendikbud-Ristek," kata Doni.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, program vaksinasi tidak dikhususkan pada kategori pelajar. Namun berdasarkan kelompok usia, yakni 12 tahun - 17 tahun, yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2021.

Program vaksinasi tersebut diharapkan bisa menurunkan laju penularan dengan cakupan yang tinggi dari sasaran vaksinasi di kelompok usia tersebut.

"Sejak 1 Juli sudah dilaksanakan di seluruh provinsi. Sudah berjalan untuk usia 12-17 tahun. Jadi tidak ada kategori vaksinasi pelajar, tapi pada remaja berdasarkan usia," jelas Siti.

Sebagai informasi, merujuk pada vaksin.kemkes.go.id, vaksinasi bagi kelompok usia 12 tahun - 17 tahun untuk vaksin dosis pertama baru menjangkau 2,61 juta atau 9,81%. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua masih 1,64 juta atau 6,15%.

Sejumlah Daerah di Sumsel Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

September 19, 2021



PROGRAM vaksinasi Covid-19 terus berlanjut di Sumatra Selatan, difokuskan untuk kalangan pelajar. Upaya ini untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang saat ini sudah mulai dilakukan.

Salah satunya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mendapat alokasi vaksin sebanyak 1.800 dosis untuk pelajar tingkat SMP. Plh Bupati OKU Edward Candra mengatakan, program vaksinasi pelajar kali ini diinisiasi Badan Intelegen Negara (BIN). Adapun kriteria pelajar yang disuntik vaksin adalah berusia 12-17 tahun. "Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar ini bagian dari ikhtiar kita dalam melaksanakan PTM di OKU. Untuk menghindari kerumunan, pelaksanaannya bertempat di sekolah," katanya, Sabtu (11/9). Edward menambahkan, kuota vaksin untuk pelajar tersebut bersamaan dengan alokasi sebanyak 400 dosis untuk masyarakat umum di OKU, sehingga total jatah vaksin yang diterima kabupaten itu mencapai 2.200 dosis. "Kami pun memberikan vaksin kepada masyarakat secara door to door," kata Edward. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah, mengatakan pihaknya mengapresiasi BIN yang telah memprioritaskan vaksinasi untuk pelajar di daerah tersebut. "Lokasi vaksin tahap pertama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat karena kedua wilayah itu masih rentan dalam penyebaran Covid-19," katanya. Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Dinas Pendidikan OKU telah membuat surat pernyataan kepada orangtua pelajar atas kesediaan vaksin, agar tidak ada unsur pemaksaan untuk melakukan vaksinasi kepada pelajar. Sementara itu, di Kabupaten Musi Banyuasin, program vaksinasi untuk pelajar juga gencar dilakukan. Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Apriyadi, mengatakan prioritas vaksinasi kali ini ditujukan untuk pelajar tingkat SMA. "Pemkab Muba sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi bagi pelajar yang berusia 12 tahun ke atas dan memenuhi syarat untuk vaksin," katanya. Pada tahap awal, terdapat 913 pelajar SMA di kabupaten itu yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Dia menerangkan tujuan vaksinasi pelajar tak lain untuk menunjang kegiatan sekolah PTM sudah berlangsung sejak dua pekan lalu, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat. Menurut Apriyadi, pihaknya menargetkan paling lambat dua bulan ini semua pelajar yang sesuai kriteria mendapatkan vaksin. "Dengan begitu kalau tenaga pendidik dan peserta didik sudah divaksin semua, maka PTM dengan menerapkan prokes maka akan berjalan dengan aman dan lancar," katanya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, Azmi Dariusmansyah, menambahkan realisasi vaksinasi penduduk Muba mencapai 24,51 persen. Angka tersebut setara dengan 108.888 orang dari target sasaran sebanyak 450.831 orang. Sementara di Palembang, kegiatan vaksinasi pelajar terus digencarkan. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan vaksinasi pelajar sudah dilakukan di sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan dan sekolah di Kota Palembang. "Kita terus mendorong agar semua pelajar yang sesuai dengan syarat bisa melakukan vaksinasi covid-19," ucapnya. Ia berharap kedepan tidak adanya klaster penularan bagi anak-anak selama penerapan Prokes dilakukan secara ketat. Kota Palembang yang saat ini turun menjadi zona level tiga dinilainya telah sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 41 untuk kota Palembang, yakni telah dapat melaksanakan sekolah tatap muka. "Tetapi tentu dengan catatan-catatan Protokol Kesehatan, dan ruang kelas juga tidak boleh lebih dari 15 orang," ujarnya. Fitri juga menegaskan, bahwa jika suatu saat terjadi penularan di lingkungan sekolah, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penutupan sekolah tatap muka meskipun dengan berat hati. (OL-13)

Sumber: https://mediaindonesia.com/nusantara/431960/sejumlah-daerah-di-sumsel-gencarkan-vaksinasi-untuk-pelajar

Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Bertambah dengan Kedatangan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac

September 15, 2021

Sebanyak 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19 Sinovac yang didapat dari skema kerja sama Pemerintah Indonesia dengan COVAX Facility, siang hari ini, Selasa (14/9/2021), kembali datang di Indonesia.

Sekitar pukul 13.45 WIB, pesawat khusus yang mengangkut jutaan dosis vaksin jadi dari China, mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Irjen Pol Imam Sugianto Asisten Operasi Kapolri yang menyambut kedatangan vaksin gelombang ke-61 secara virtual mengatakan, tambahan vaksin memastikan stok untuk program vaksinasi massal tercukupi.

Sampai sekarang, vaksin impor berbagai merek yang sudah diterima Indonesia tercatat lebih dari 243 juta dosis, baik berbentuk jadi maupun bahan baku.

“Siang hari ini Indonesia kembali kedatangan 1.808.040 dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi. Dengan tambahan itu, ketersediaan vaksin di Indonesia aman,” ujar Irjen Pol Imam Sugianto.

Sebelumnya, Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Pemerintah urusan Vaksinasi Covid-19 mengatakan, tambahan stok vaksin penting untuk mempercepat terciptanya kekebalan kelompok masyarakat terhadap Virus Corona.

Maka dari itu, pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin lewat berbagai skema kerja sama multilateral, bilateral, dan pembelian langsung dari produsen vaksin.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat dan memperluas program vaksinasi, terutama di daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.

Kolaborasi itu melibatkan unsur pemerintah, instansi terkait, serta berbagai kalangan masyarakat.

Terkait distribusi vaksin, data dari PT Bio Farma per 12 September 2021, sudah lebih dari 154 juta dosis vaksin yang tersalurkan ke berbagai wilayah Indonesia.


Sumber

Dramatis! Serangan Kilat Pasukan Raider Bikin KKB Teroris Berhamburan ke Jurang

September 14, 2021


Pasukan Satgas Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyita satu pucuk senjata jenis pistol P1 dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Hasil perolehan senjata tersebut terjadi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Sabtu (4/9/2021).

Dansatgas Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan, Tim Dalpur yang terlibat dalam operasi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa dipimpin langsung oleh Lettu Inf Yulian Nugroho.

Operasi ini, kata dia merupakan tindaklanjut kegiatan dari Operasi Bajra 10 yang digelar untuk mencari dan menyekat pergerakan kelompok KKB yang berada di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

"Tim Dalpur berhasil mengamankan satu pucuk pistol P1 milik KKB dan beberapa barang bukti perlengkapan perang lainnya dalam pembersihan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi," ujar Arfa dalam keterangan tertulis dikutip Senin (6/9/2021).

Dijelaskan Arfa, kronologi perburuan KKB yang terjadi di Kampung Bugapa merupakan buah dari kesabaran dalam memperhatikan situasi dan kondisi wilayah melalui patroli dan taktik operasi. Adapun sasaran dicurigai yaitu sebuah Honai yang terdapat beberapa orang diduga kelompok KKB berada di sana.

Setelah itu, anggota tim Dalpur segera mengatur posisi sesuai dengan perhitungan keadaan di lapangan. Saat terlihat sekelompok orang KKB lari berhamburan ke jurang dekat Honai anggota tim langsung melaksanakan pengamanan di sekitar Honai.

PPKM Berhasil Cegah Skenario Terburuk

September 12, 2021


Senin (9/8/2021), tepat pemerintah kembali melanjutkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4. Kali ini, PPKM level 4 diperpanjang hingga 16 Agustus 2021. Epidemiolog Dicky Budiman bahkan menegaskan, PPKM mampu mencegah skenario terburuk yakni apakah sudah melewati puncak pandemi atau belum.

Kebijakan saat ini merupakan perpanjangan yang dilakukan keempat kalinya, yakni berlaku sejak 3 Agustus 2021. Adapun perpanjangan pertama PPKM dilakukan pada 21-25 Juli 2021. Kemudian dilanjutkan pada 26 Juli-2 Agustus 2021. Kemudian dilanjutkan 3-9 Agustus.

Melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Senin (9/8/2021) malam, pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM level 4 hingga 16 Agustus 2021.

Dalam keterangan yang disiarkan secara live, Luhut menegaskan, PPKM yang dilaksanakan 2-9 Agustus 2021 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pertambahan kasus Covid-19 menurun 59,6% dari puncak kasus pada 15 Juli 2021. Laju kematian juga menunjukkan penurunan meskipun fluktuatif di masing-masing provinsi.

"Atas arahan Presiden, PPKM Level 4, 3, 2 akan diperpanjang hingga 16 Agustus 2021," kata Luhut yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai penanggung jawab pelaksanaan PPKM Level 4 di Pulau Jawa dan Bali.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak dalam perpanjangan PPKM ini.
Tentu pemerintah memiliki argumentasi terkait PPKM ini, namun apakah perpanjangan PPKM ini memang efektif untuk meminimalkan persebaran Covid-19?

Jika menilik data yang dilansir Kementerian Kesehatan hari ini, Senin (9/8/2021), efektivitas PPKM mulai terlihat membaik. Penanganan Covid-19 di Tanah Air juga membaik. Hal ini terlihat dari penurunan kasus baru dan angka kesembuhan akibat penularan Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Senin (9/8/2021) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 20.709 kasus baru Covid-19.

Dengan demikian, jumlah kasus Covid-19 kini berjumlah 3.686.740 orang, terhitung sejak Maret 2020. Perbaikan penanganan pandemi Covid-19 terlihat membaik jika dibandingkan dengan penambahan kasus pada Minggu (8/9/201), yakni sebanyak 26.415 terkonfirmasi positif Covid-19, dengan total 3.666.031.

Sementara, data yang sama menunjukkan penambahan pasien sembuh sebanyak 44. 959 orang. Sehingga, jumlah kasus kesembuhan sampai saat ini berjumlah 3.129.661 orang. Kendati demikian, dalam rentang waktu sama ada penambahan 1.475 pasien yang meninggal dunia. Dengan demikian total kasus kematian akibat Covid-19 kini mencapai 108.571 orang. Sementara, pada Minggu (8/9/2021), penambahan pasien sembuh sebanyak 48.508, sehingga total jumlah kesembuhan berjumlah 3.084.702 orang.

Sementara jumlah tes yang dilakukan hari ini juga sebanyak 99.387 orang dan positivity rate harian mencapai 20,84%.
Untuk kasus aktif Covid-19 hari ini mengalami penurunan dengan 25.725 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 448.508 orang. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding dengan Minggu (8/9/2021), yakni 474.233 orang.
Kasus aktif ialah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Selain kasus positif, Kemkes juga mencatat ada 256.748 orang yang berstatus suspek. Jumlah ini naik jika dibandingkan dengan kemarin, yakni 238.649 suspek.

Sementara, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 1.475 orang. Dengan penambahan tersebut, total kasus kematian akibat Covid-19 berjumlah 108.571 orang. Jumlah kasus meninggal ini jika dibandingkan dengan Minggu (8/8/2021) pada waktu yang sama, yakni sebanyak 1.498 orang, sehingga total kasus kematian berjumlah 107.096 orang.
Hingga hari ini, pemerintah telah memeriksa 28.134.393 spesimen Covid-19 dari 19.031.741 orang. Sebelumnya, pada Minggu (8/9/2021), pemerintah telah memeriksa sebanyak 27.989191 spesimen Covid-19 dari 18.932.354 orang.

Untuk akupan vaksinasi pada hari ini terjdi penambahan sebanyak 132.375 untuk vaksinasi pertama sehingga total vaksinasi berjumlah 50.630.315. Untuk dosis lengkap vaksinasi terjadi penambahan 434.701 sehingga total menjadi 24.212.024. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720. Jika cakupan vaksinasi Covid-19 itu dibandingkan dengan hari sebelumnya, Minggu (8/9/2021), sebanyak 696.117 untuk vaksinasi pertama sehingga jumlah total menjadi 50.497.940. Untuk vaksinasi dosis lengkap terjadi penambahan 432.059 sehingga total menjadi 23.777.323. Pemerintah menetapkan target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720.

Tren Positif
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman bersepakat dengan pemerintah untuk memperpanjang kebijakan PPKM level 3 dan 4 selama satu minggu ke depan.
Menurutnya, penerapan PPKM tidak dapat dilakukan dalam waktu yang lama karena biaya besar. Namun, perlu mempertahankannya selama seminggu ke depan karena dampaknya sudah ada. PPKM dapat mencegah terjadinya skenario terburuk.

“Skenario terburuk tidak terjadi ini karena dampak dari PPKM. Tapi apakah kita sudah lewat atau masih dalam puncak harus ditunggulah. Terlalu dini kalau disebut sudah lewat,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (9/8/2021).

Dicky menyebutkan, memberi tambahan waktu satu minggu agar jerih payah selama satu bulan menerapkan PPKM darurat dan level 3 dan 4 bisa optimal.

Ia mengakui saat ini PPKM belum memberi dampak yang signifikan dalam penurunan kasus Covid-19, tetapi sudah mengarah pada tren yang berdampak positif.

Oleh karena itu, Dicky mengatakan, perpanjangan PPKM level 3 dan 4 ini, maka pemerintah harus memberi dukungan terhadap masyarakat rawan dan sektor tertentu. Selain itu, untuk di luar Jawa dan Bali harus belajar dari pengalaman penanganan kasus di Jawa dan Bali. Pasalnya, Indonesia negara kepulauan sehingga sistem penanganan di Indonesia berbeda dengan negara yang wilayahnya daratan.

“Indonesia negara kepulauan jadi pola pandemi akan berbeda dengan negara daratan dan ini makanya memperkuat strategi 3T, 5M, dan vaksinasi,” ucapnya.
Dicky menyebutkan, 3 hal tersebut, selain antisipasi varian baru juga untuk mengantisipasi varian delta yang sudah ada saat ini.

Selanjutnya, Dicky juga menambahkan, kebijakan PPKM diperpanjang untuk melakukan pemulihan di sektor fasilitas kesehatan dan sistem kesehatan termasuk sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, fasilitas medis seperti oksigen, obat-obatan, termasuk penguatan jaringan penanganan harus merata di seluruh daerah melalui upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan) dan vaksinasi

Sementara itu, Ketua DPP PAN Saleh Daulay berpendapat, pemerintah tentu akan menaikkan dan menurunkan level PPKM.
Dia mengungkapkan, pemerintah juga memperhatikan berbagai indikator untuk melanjutkan PPKM atau tidak. Meski demikian, Saleh menuturkan, sejauh ini penurunan kasus Covid-19 belum signifikan, terlebih ada peningkatan di luar Jawa.

"Harus diakui, penurunan tersebut belum signifikan. Bahkan kadang terlihat masih fluktuatif. Apalagi, penyebaran varian delta dikabarkan semakin banyak merebak ke daerah-daerah. Tentu itu tidak bisa dianggap remeh," kata Saleh.

Dia pun menjelaskan, dengan alasan seperti itu, PPKM masih perlu untuk dilanjutkan.

"Dengan adanya perbedaan level seperti ini, akan lebih memudahkan pemerintah untuk menerapkan kebijakan. Ibarat tone radio, ya tinggal memperbesar atau memperkecil saja. Tetapi kalau menutup PPKM, rasanya belum," kata Saleh.

Saleh meminta, jika perpanjangan PPKM nantinya kembali dijadikan pilihan lagi, hal ini harus disertai pemberian bantuan dan bansos bagi rakyat terdampak.

"Saya kembali mengingatkan agar pemerintah mempersiapkan jaring pengaman sosial secara benar dan tepat sasaran. Kebijakan pengetatan pasti akan menyulitkan dan berdampak pada ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Pada titik ini, pemerintah harus hadir memberikan solusi," kata dia.

Sumber: BeritaSatu.com

1,2 Juta Dosis Pfizer Tiba, Total Stok Vaksin RI Capai 220 Juta Dosis

September 08, 2021

 

JAKARTA, Indonesia kembali kedatangan vaksin asal Amerika Serikat, Pfizer. Sebanyak 1.195.740 dosis vaksin itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (2/9/2021) sekira pukul 09.45 WIB. "Hari ini kita menerima kedatangan hampir 1,2 juta dosis vaksin dari Pfizer dalam bentuk jadi," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers daring, Kamis. Kedatangan vaksin Pfizer ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya pemerintah menerima 1,5 juta dosis vaksin yang sama pada 19 Agustus 2021. Dengan demikian, hingga saat ini vaksin Pfizer yang telah dimiliki RI sekitar 2,7 juta dosis.

Dante mengatakan, total vaksin Pfizer yang nantinya akan diterima Indonesia mencapai 54,6 juta dosis. "Dengan kedatangan ini kita memiliki sekitar 220 juta dosis, baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bulk atau bahan baku," ujarnya. Dante menyebutkan, pemerintah terus berupaya mempercepat laju vaksinasi. Tercatat, 50 juta suntikan vaksin pertama tercapai dalam waktu 26 minggu atau pertengahan Januari hingga akhir Juni 2021.

Namun, 50 juta suntikan vaksin kedua tercapai hanya dalam waktu 6 minggu atau Juli hingga akhir Agustus. Dengan terus bertambahnya jumlah vaksin yang diterima dan didistribusikan pemerintah, Dante yakin laju vaksinasi ke depan dapat terus ditingkatkan. "Sehingga kita targetkan dalam waktu bulan September ke depan kita bisa mencapai 2,3 juta dosis suntikan per hari," katanya. Meski jumlah penduduk yang sudah divaksin semakin meningkat, Dante meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan virus corona.

Ia mengingatkan bahwa sejumlah negara yang tingkat vaksinasinya sudah di atas 50 persen dari jumlah penduduk seperti Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan Jepang kembali mengalami lonjakan kasus. Hal itu terjadi karena kendurnya penerapan protokol kesehatan. Oleh karenanya, Dante mewanti-wanti seluruh pihak tetap menerapkan 5M atau memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. "Dan segeralah untuk divaksinasi karena vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan telah terbukti mampu menurunkan laju penyebaran virus," kata dia.

Pasukan Raider Tangkap 2 Anggota KKB Terduga Pembunuh 4 Anggota TNI di Papua Barat

September 06, 2021

 


Satuan Yonif Raider 762/VYS dan anggota Kodim 1809/Maybrat berhasil menangkap dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terduga pelaku pembunuhan empat anggota TNI AD di Kampung Kisor, Maybrat, Papua Barat , Kamis sore (2/9/2021). Kedua pelaku merupakan anggota KKB pimpinan Manfet Patem.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Kol Art Hendra Pasilerron mengatakan, kedua terduga pelaku pembunuhan empat anggota TNI ditangkap saat pasukan melakukan penyisiran di daerah Maybrat pada Kamis sore (2/9/2021).  

"Dari pengakuan keduanya merupakan anak buah dari pimpinan KKB Manfet Patem. Saat ini keduanya masih diperiksa intensif oleh satgas TNI," kata Kol Art Hendra Pasilerron saat dihubungi SINDOnews, Kamis malam (2/9/2021).

Saat ini, kata dia, anggota satgas TNI dibantu pasukan Polri juga masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan Poskoramil Kisor.

"Secara keseluruhan kondisi kamtibmas di Maybrat hingga kini berjalan kondusif pasukan TNI-Polri masih bersiaga di lokasi," kata dia.

Sebelumnya aksi penyerangan Pos Koramil Kampung Kisor Maybrat Papua Barat mengakibatkan empat prajurit gugur. Mereka adalah Serda Amrosius, Praka Dirham dan Pratu Zul Ansari dan terakhir Danposramil Kisor Lettu Chb Dirman.

Sedangkan Pratu Ikbal yang menyelamatkan diri ke hutan ditemukan dalam kondisi selamat. 

 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes