Berita Lokal

Berita Nasional

Pariwisata

Latest Updates

BIN NTB GELAR VAKSINASI MASSAL DI DESA BRANG REA, KAB. SUMBAWA BARAT

July 03, 2022

 


Sumbawa Barat- BINDA NTB bekerjasama dengan tim vaksinator PKM Brang Rea kembali menggelar vaksinasi covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 4 Juli 2022 sejak pukul 10.00 WITA di Gerai Vaksinasi Binda NTB di Dor To Door Ds. Tepas Sepakat. Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah dosis 1, 2 dan Booster dengan target peserta sebanyak 50 orang.


Vaksinasi massal ini merupakan bentuk realisasi dan dukungan terhadap instruksi Presiden yang tertuang dalam Perpres nomor 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).


Wara Winahya (Kabinda NTB) dalam keterangan pers, Rabu (29/6) menjelaskan bahwa, setiap hari BINDA NTB menyiapkan setidaknya 6.500 dosis vaksin dari berbagai merk seperti Sinovac, Pfizer dan Astrazaneca. Harapannya, masyarakat yang belum melengkapi dosis vaksin bisa segera datang ke gerai-gerai vaksin yang disiapkan BINDA NTB.


"Perlu diketahui bahwa persentase dosis booster di NTB masih 30.57%, artinya masih ada sekitar 2 juta lebih masyarakat NTB yang belum menerima vaksin booster. Oleh karena saya mengajak masyarakat untuk segera vaksin booster," ujarnya.


Namun demikian, selain vaksinasi dosis lengkap, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga perlu dilakukan oleh masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar untuk terhindar dari virus corona dan varian barunya.

Belasan Cabor Terancam Tidak Bisa Ikut Porprov 2022

July 02, 2022

 


Dari 26 Cabang Olahraga (Cabor) yang bakal dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2022. Setidaknya ada 11 cabor yang masa kepengurusannya sudah habis. Keadaan ini lantas sangat berpengaruh terhadap nasib belasan cabor ini di ajang Porprov nanti. Karena berdasarkan aturan yang ada, Pengprov Cabor yang belum memperbaharui kepengurusannya, maka dipastikan tidak bisa ikut tampil di ajang multi event olahraga tingkat Provinsi tersebut.

Adapun 11 Pengprov cabor yang habis masa kepengurusannya itu, terdiri dari PBVSI Voli, PERBASI Basket, POBSI Biliar, PBSI Bulutangkis, Muaythai, FPTI Panjat Tebing, PRSI Renang, IPSI Silat, Tarung Drajat, Pertina Tinju, dan Persani Senam.

“Ini 11 cabor yang belum Musprov dan akan habis masa kepengurusannya. Kita harapkan semua Pengprov Cabor ini bisa segera adakan Musprov,” harap Ketua KONI NTB H Mori Hanafi.

Dikatakannya, berdasarkan data yang diterima dari masing-masing PB Cabor, terdapat sebanyak 14 Pengprov Cabor anggota KONI NTB yang telah dan akan habis masa kepengurusannya di 2022 ini. Namun tiga diantaranya tidak masuk sebagai cabor yang dipertandingkan pada Porprov nanti.

Namun bagaimanapun juga, pihaknya meminta dan menaruh harapan besar agas seluruh Cabor itu menggelar Musprov. Ini semua demi keberlangsungan organisasi dan cabor tersebut untuk mengukir prestasinya. Terlebih dalam waktu dekat akan banyak event menanti. “Anggota KONI NTB cabor prestasi ada 40, tapi 14, diantaranya belum memperbaiki administrasi organisasinya.

“Semoga semuanya segera bangkit menjalankan kewajibannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov POBSI NTB Periode 2017/2021 Bachtiar Thamrin mengatakan, sebelumnya kepengurusan Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) NTB yang seharusnya berakhir November 2021 diperpanjang. Ini terjadi setelah melakukan pengajuan perpanjangan, dengan alasan adanya multi event nasional, seperti PON Papua 2021 lalu.

Adapun perpanjangan itu sudah berakhir pada 13 Mei 2022 lalu, sehingga pihaknya dituntut untuk segera melakukan Musprov untuk kelancaran administrasi cabor yang ikut tampil di Porprov. Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah menyiapkan acara Musprov dalam waktu dekat ini.

“Calon sudah ada, secepatnya kita gelar Musprov,” katanya. (rie)

Jemput Bola, BIN NTB "Serbu" Desa Karang Bongkot Kec Labuapi

July 02, 2022

Kab Lombok Barat - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB tidak kenal lelah dan menyerah untuk terus memberikan layanan vaksinasi bagi masyarakat bahkan sampai ke pelosok daerah. "Serbuan" vaksinasi Binda NTB Di Desa Karang Bongkot Kec Labuapi, Sabtu (02/07/2022) dengan target peserta 100 orang.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau merupakan prioritas dalam pencapaian kekebalan komunal atau herd immunity. Oleh karenanya, BINDA NTB juga menggelar vaksinasi secara door to door.

 

"Memang di NTB saat ini covid-19 sudah relatif melandai. Hal ini tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dengan perkembangan covid-19 terbaru, maka mesti digenjot pelaksanaan vaksinasi kembali," ungkap Kabinda NTB, Wara Winahya dalam keterangan pers, Rabu (29/6).

 

Wara melanjutkan, BINDA NTB setiap hari menyiapkan setidaknya 6.500 dosis vaksinasi dari berbagai merk seperti Sinovac, Pfizer dan Astrazaneca. Harapannya, masyarakat yang belum melengkapi dosis vaksin bisa segera datang ke gerai-gerai vaksin yang disiapkan BINDA NTB.

 

"Perlu diketahui bahwa persentase dosis booster di NTB masih 30.57%, artinya masih ada sekitar 2 juta lebih masyarakat NTB yang belum menerima vaksin booster. Oleh karena saya mengajak masyarakat untuk segera vaksin booster," ujarnya.

 

Selain itu, Wara menambahkan bahwa tidak hanya vaksin yang harus segera dilakukan oleh masyarakat, penerapan prokes secara ketat juga perlu dilakukan. Penerapan prokes dalam aktivitas keseharian sangat penting agar kita tidak lengah dalam menghadapi sebaran Virus Corona dan variannya.


BIN Daerah NTB Lakukan Vaksin Door to Door di Sumbawa Barat

July 01, 2022

 


KSB - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB tidak kenal lelah dan menyerah untuk terus memberikan layanan vaksinasi bagi masyarakat bahkan sampai ke pelosok daerah. "Serbuan" vaksinasi Door To Door kali ini menyasar Gerai Vaksinasi Binda NTB di Desa Moteng Kab. Sumbawa Barat, Sabtu (02/07/2022) dengan target peserta 120 orang.

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus gencarkan program Vaksinasi Covid-19 demi kekebalan kelompok masyarakat. Program Vaksinasi Covid-19 tersebut terus digaungkan sesuai arahan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. 

 

"Untuk di NTB, kami dari Binda NTB telah bergerak sejak beberapa hari belakangan untuk vaksinasi masyarakat di 10 kabupaten dan kota. Target vaksinasi setiap harinya sebanyak 6.500 dosis vaksin," ungkap Kabinda NTB, Wara Winahya dalam keterangan pers, Jum'at (01/7).

 

Wara menjelaskan bahwa vaksin yang disiapkan oleh Binda NTB bekerjasama dengan Dikes dan Puskesmas adalah vaksin dosis pertama, kedua maupun ketiga. Diprioritaskan kepada masyarakat yang belum melengkapi vaksinnya karena sebagai upaya meminimalisir resiko dampak penyebaran virus Corona varian baru yang muncul menyebar beberapa waktu terakhir.

 

"Kami terus berupaya menyisir masyarakat yang belum tervaksin sebagai upaya melindungi warga dari ancaman bahaya penyebaran virus varian baru. Salah satu strategi kami adalah menggelar vaksinasi secara terpusat dan door to door," jelas Wara. 

 

Kasus Covid-19 di NTB saat ini memang sudah relatif melandai. Hal ini tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dengan perkembangan covid-19 terbaru, maka pelaksanaan vaksinasi kembali mesti digenjot khususnya untuk vaksinsai booster. 

 

"Perlu diketahui bahwa persentase dosis booster di NTB masih 30.62%, artinya masih ada sekitar 2 juta lebih masyarakat NTB yang belum menerima vaksin booster. Oleh karena saya mengajak masyarakat untuk segera vaksin booster," ujarnya.

 

Selain itu, Wara menambahkan bahwa tidak hanya vaksin yang harus segera dilakukan oleh masyarakat, penerapan prokes secara ketat juga perlu dilakukan. Penerapan prokes dalam aktivitas keseharian sangat penting agar kita tidak lengah dalam menghadapi sebaran Virus Corona dan variannya. (*)

Mulai Hari Ini, Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum, Cek Tarifnya di Sini!

June 30, 2022


PRAYA-Lintasan sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah dibuka untuk umum. Pengunjung bisa memanfaatkan lintasan sirkuit untuk berolahraga.  Seperti jalan santai, lari hingga bersepeda. Bahkan, untuk sekadar jalan-jalan sembari berswafoto.

“Kita buka per 1 Juli (hari ini),” tandas Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo melalui siaran persnya, Kamis (30/6).

Untuk masuk ke sirkuit Mandalika, kata Arie, pengunjung dikenai tarif. Hari Senin-Jumat Rp 150 ribu per orang untuk warga negara Indonesia (WNI). Kalau warga negara asing (WNA) Rp 250 ribu per orang.

Sedangkan Hari Sabtu-Minggu Rp 200 ribu per orang untuk WNI. Kemudian Rp 300 ribu per orang untuk WNA. Buka dari pukul 06.30 Wita- pukul 09.00 Wita. “Khusus Sabtu dan Minggu juga kita siapkan tambahan waktu di sore hari. Itu dari pukul 16.30 Wita- pukul 18.00 Wita,” ujarnya.

Dikatakan, bagi yang berminat dipersilakan mendaftar dan membeli tiket secara online melalui aplikasi Xplorin. ITDC tidak membukanya secara offline. Tujuannya, agar lebih transparan dan memudahkan pengunjung.

“Dengan adanya Mandalika track wald ini, kami berharap masyarakat dapat menikmati suasana di sirkuit,” papar Arie.

Hanya saja, bagi pengunjung yang membawa sepeda dan segway akan dikenai biaya tambahan. Kemudian selama di dalam sirkuit, para pengunjung wajib mematuhi aturan yang berlaku. Seperti tidak boleh menggunakan sandal, tidak boleh menggunakan roda berbahan selain karet dan tidak boleh membuang sampah sembarangan. Anak di bawah umur 12 tahun dan ibu hamil harus didampingi keluarga.


“Standar operasional prosedur (SOP) kita berlakukan juga pada pihak-pihak terkait,” kata Arie.

Yakni, para pekerja, kunjungan tamu pemerintahan, lembaga atau instansi terkait hingga penerimaan dan pengiriman logistik. Khusus para pekerja, ITDC menyiapkan kartu identitas. Tidak boleh berpindah tangan. Jika ditemukan, maka akan dikenai sanksi tegas. Sedangkan, di luar pekerja diwajibkan bersurat secara resmi ke ITDC minimal 3×24 jam sebelum melaksanakan kunjungan untuk memudahkan ITDC mengatur waktu dan tempat.

“Karena sirkuit Mandalika menjadi salah satu aset negara dan dikategorikan objek vital, maka dimohon SOP tetap dijalankan,” pungkasnya.

Sementara itu, Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menambahkan, selain penyelenggaraan event otomotif di sirkuit Mandalika di beberapa kawasan juga bisa digunakan untuk event-event olahraga. The Mandalika siap memfasilitasi tempat dan waktu.

“Ini sekaligus sebagai upaya kami untuk lebih memperkenalkan KEK Mandalika,” kata Bram. (dss/r5)

Sumber

 

Tak Kenal Lelah, BIN NTB Berikan Layanan Vaksinasi Di Brang Rea Sumbawa Barat

June 30, 2022

 


KSB - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB tidak kenal lelah dan menyerah untuk terus memberikan layanan vaksinasi bagi masyarakat bahkan sampai ke pelosok daerah. "Serbuan" vaksinasi Door To Door kali ini menyasar desa Tepas Sepakat Kec. Brang Rea Kab. Sumbawa Barat, Jum'at (01/01/2022) dengan target peserta 120 orang.

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus gencarkan program Vaksinasi Covid-19 demi kekebalan kelompok masyarakat. Program Vaksinasi Covid-19 tersebut terus digaungkan sesuai arahan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. 


"Untuk di NTB, kami dari Binda NTB telah bergerak sejak beberapa hari belakangan untuk vaksinasi masyarakat di 10 kabupaten dan kota. Target vaksinasi setiap harinya sebanyak 6.500 dosis vaksin," ungkap Kabinda NTB, Wara Winahya dalam keterangan pers, Jum'at (01/7).


Wara menjelaskan bahwa vaksin yang disiapkan oleh Binda NTB bekerjasama dengan Dikes dan Puskesmas adalah vaksin dosis pertama, kedua maupun ketiga. Diprioritaskan kepada masyarakat yang belum melengkapi vaksinnya karena sebagai upaya meminimalisir resiko dampak penyebaran virus Corona varian baru yang muncul menyebar beberapa waktu terakhir.


"Kami terus berupaya menyisir masyarakat yang belum tervaksin sebagai upaya melindungi warga dari ancaman bahaya penyebaran virus varian baru. Salah satu strategi kami adalah menggelar vaksinasi secara terpusat dan door to door," jelas Wara. 


Kasus Covid-19 di NTB saat ini memang sudah relatif melandai. Hal ini tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dengan perkembangan covid-19 terbaru, maka pelaksanaan vaksinasi kembali mesti digenjot khususnya untuk vaksinsai booster. 


"Perlu diketahui bahwa persentase dosis booster di NTB masih 30.62%, artinya masih ada sekitar 2 juta lebih masyarakat NTB yang belum menerima vaksin booster. Oleh karena saya mengajak masyarakat untuk segera vaksin booster," ujarnya.


Selain itu, Wara menambahkan bahwa tidak hanya vaksin yang harus segera dilakukan oleh masyarakat, penerapan prokes secara ketat juga perlu dilakukan. Penerapan prokes dalam aktivitas keseharian sangat penting agar kita tidak lengah dalam menghadapi sebaran Virus Corona dan variannya. (*)

Jemput Bola, BIN NTB "Serbu" Dusun Bagetango Vaksinasi Door To Door

June 29, 2022


 

Sumbawa - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB tidak kenal lelah dan menyerah untuk terus memberikan layanan vaksinasi bagi masyarakat bahkan sampai ke pelosok daerah. "Serbuan" vaksinasi Door To Door kali ini menyasar dusun Bagetango Kec. Lopok Kab. Sumbawa Besar, Kamis (30/06/2022) dengan target peserta 100 orang.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau merupakan prioritas dalam pencapaian kekebalan komunal atau herd immunity. Oleh karenanya, BINDA NTB juga menggelar vaksinasi secara door to door.


"Memang di NTB saat ini covid-19 sudah relatif melandai. Hal ini tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dengan perkembangan covid-19 terbaru, maka mesti digenjot pelaksanaan vaksinasi kembali," ungkap Kabinda NTB, Wara Winahya dalam keterangan pers, Rabu (29/6).


Wara melanjutkan, BINDA NTB setiap hari menyiapkan setidaknya 6.500 dosis vaksinasi dari berbagai merk seperti Sinovac, Pfizer dan Astrazaneca. Harapannya, masyarakat yang belum melengkapi dosis vaksin bisa segera datang ke gerai-gerai vaksin yang disiapkan BINDA NTB.


"Perlu diketahui bahwa persentase dosis booster di NTB masih 30.57%, artinya masih ada sekitar 2 juta lebih masyarakat NTB yang belum menerima vaksin booster. Oleh karena saya mengajak masyarakat untuk segera vaksin booster," ujarnya.


Selain itu, Wara menambahkan bahwa tidak hanya vaksin yang harus segera dilakukan oleh masyarakat, penerapan prokes secara ketat juga perlu dilakukan. Penerapan prokes dalam aktivitas keseharian sangat penting agar kita tidak lengah dalam menghadapi sebaran Virus Corona dan variannya.

 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes