BI Proyeksi Ekonomi NTB 2023 Tetap Tumbuh Positif


Bank Indonesia Perwakilan NTB proyeksikan perekonomian Provinsi NTB pada tahun 2023 akan tetap tumbuh positif, meski melandai. Ekonomi NTB pada tahun 2023 ini ditopang oleh konsumsi dan banyak event skala internasional dan nasional digelar NTB juga berkontribusi menggerakan roda perekonomian NTB pada tahun 2023.


“Pada tahun 2023, perekonomian Provinsi NTB diprakirakan akan tetap tumbuh positif meski melandai,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Berry Afriansyah Harahap, kemarin.


Berry mengatakan ekonomi NTB pada Triwulan-III 2023 tercatat tumbuh sebesar 1,58% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi -1,54% (yoy). Secara khusus, peningkatan pertumbuhan pada Triwulan-III 2023 didorong oleh akselerasi pertumbuhan kinerja konsumsi RT sejalan dengan berlangsungnya periode libur sekolah dan HBKN (Maulid Nabi). Selain itu, kinerja investasi juga tercatat lebih tinggi seiring berlanjutnya pembangunan smelter dan konstruksi PSN. Sementera itu, telah diperolehnya izin ekspor sejak Juli 2023 mendorong lebih baiknya kinerja ekspor meski masih terkontraksi. Adapun perkembangan tersebut terpantau searah dengan pertumbuhan keseluruhan LU Utama.


Seiring dengan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat, potensi peningkatan tekanan inflasi, baik itu dari sisi produksi, distribusi, serta kondisi global masih perlu untuk diwaspadai. Inflasi tahunan Provinsi NTB Oktober 2023 sebesar 2,66% (yoy), lebih tinggi dari capaian nasional (2,56% yoy), namun masih dalam rentang sasaran.


Dari sisi pengeluaran, lanjut Berry, pertumbuhan terutama didukung oleh tingkat konsumsi yang lebih baik, serta peningkatan kinerja investasi sejalan dengan berlangsungnya pembangunan smelter yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2024. Sementara itu, secara sektoral pertumbuhan terutama didukung oleh peningkatan kinerja sektor perdagangan dan sektor konstruksi.


Pertumbuhan lebih lanjut relatif tertahan oleh perlambatan kinerja sektor pertanian

sejalan dengan dampak dari musim kemarau dan berkurangnya alokasi pupuk subsidi. Selain itu, penurunan juga diperkirakan terjadi pada sektor pertambangan yang utamanya dipengaruhi oleh perolehan izin kuota ekspor 2023 yang lebih lambat dan faktor base effect pertumbuhan tahun 2022 yang telah tinggi.


Selain itu, menurut Berry, bahwa proses disinflasi yang lebih cepat dari prakiraan akan turut menopang perbaikan daya beli masyarakat pada tahun 2023, penghapusan status pandemi akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata, percepatan pembangunan proyek smelter di Kabupaten Sumbawa Barat yang ditargetkan selesai pada Februari 2024. Pelaksanaan event internasional yang lebih banyak dari tahun 2022, antara lain MotoGP, MXGP, Eco Marathon, L’Etape, WSBK dan lainnya menggerakan pertumbuhan ekonomi NTB.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes