Minat Investasi Tinggi, IKN Nusantara Terus Dibanjiri Investor

 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menargetkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di IKN dapat terlaksana pada tahun 2024 dengan segera masuknya investor asal China dan Malaysia. OIKN juga mencatat realisasi investasi yang masuk dalam pembangunan IKN hingga saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 50 triliun. Sehingga investasi dalam pembangunan infrastruktur di IKN dapat berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Badan Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengatakan investor asing asal China dan Malaysia akan menanamkan modal di IKN. Rencananya, kedua investor tersebut akan membangun proyek hunian vertikal atau apartemen. Pihaknya juga menyebut nilai keseluruhan investasi yang tercatat bakal direalisasikan kedua negara tersebut di IKN Nusantara sekitar Rp40 triliun.

Selain investor asal China dan Malaysia, Ciputra Group juga akan merealisasikan investasi pada tahun 2024 ini. Ciputra Group rencananya akan mengembangkan kota mandiri lengkap dengan sejumlah fitur, seperti perumahan, komersil, lapangan golf dan janapada di kawasan IKN Nusantara. Namun, nilai investasinya masih belum diketahui. Diprediksi pembangunan IKN dalam 10 tahun ke depan tidak memerlukan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hal tersebut seiring dengan IKN Nusantara yang mulai operasional sepenuhnya sesuai target pemerintah.

Ketertarikan investor terhadap IKN Nusantara terus mengalami peningkatan, dalam kurun waktu 6 bulan, investasi di IKN mencapai lebih kurang Rp50 triliun, yang terhitung mulai periode September 2023 sampai dengan Februari 2024. Dan prediksi sepanjang tahun 2024 investasi yang masuk ke IKN Nusantara sekitar Rp55 triliun. Sehingga perkiraan pencapaian investasi tersebut melebihi dari yang ditargetkan OIKN lebih kurang Rp100 triliun sampai akhir tahun 2024. Jika pencapaian investasi selama enam bulan tersebut diakumulasikan dalam jangka 10 tahun, maka IKN Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Presiden Joko Widodo, maka investasi akan mencapai lebih kurang Rp1.000 triliun.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono menjelaskan pihaknya sangat optimis dapat merealisasikan target tersebut melalui berbagai cara. Salah satunya yakni dengan aktif melakukan jajak pasar (market sounding). Dipastikan seluruh target telah ditetapkan secara terukur yang terbukti telah mendapat sambutan positif. Hal ini patut diapresiasi karena progres kemajuan pembangunan IKN merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan perekonomian di Indonesia.

Selain itu, dana pembangunan IKN pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur, disebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih kurang Rp 466 triliun dengan hitungan sekitar 19-20% berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kisaran 80% melalui investasi. OIKN juga mencatat terdapat 15 perusahaan Finlandia yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi. Perusahaan-perusahaan ini dari berbagai sektor, mulai dari energi, kendaraan listrik, perusahaan telekomunikasi jaringan 5G dan 6G, dan lainnya.

Realisasi investasi di IKN yang diarahkan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, merupakan langkah positif yang dapat memiliki dampak signifikan pada perkembangan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa cara di mana investasi tersebut dapat berkontribusi terhadap pemerataan ekonomi melibatkan investasi dalam proyek-proyek infrastruktur di IKN, seperti transportasi, energi, dan fasilitas umum yang dapat meningkatkan aksesibilitas serta konektivitas antarwilayah.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © infontbnow. Designed by OddThemes